Unsur Timbal Di Dalam Lipstik


Unsur Timbal di Dalam Lipstik – Lipstik dan Gincu merupakan salah satu kosmetik yang dianggap wajib bagi setiap wanita. Namun dibalik indahnya warna kosmetik tersebut Anda harus waspada kandungan logam berat timbal di dalamnya.

Unsur Timbal di Dalam Lipstik

Badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) Desember 2016 lalu mengeluarkan pedoman rekomendasi tingkat maksimum timbal. Pedoman ini ditujukan bagi industri yang memproduksi berbagai produk kosmetik seperti lipstik, eyeshadow, bedak, sampo, dan pelembab.

FDA ini menguji 20 merek lipstik yang dilaporkan mengandung timbal yang kemudian lipstik tersebut diuji. Pengujian ini dilakukan di laboratorium menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) atau Inductively Coupled Plasma(ICP) dengan bantuan alat Spektrofotometer.

Hasil penelitian ini menyatakan kandungan timbal sebanyak 10 ppm pada 90% kosmetik yang diuji. Hal ini tentu melanggar batasan kandungan timbal dalam kosmetik yang seharusnya dibawah 10 ppm. Bahkan FDA juga meyakini bahwa masih ada kosmetik yang mengandung timbal lebih dari 10 ppm.

Meskipun 10 ppm adalah jumlah yang kecil namun penggunaan secara terus – menerus juga akan menyebabkan timbal ini akan terakumulasi di dalam tubuh yang dapat menimbulkan penyakit serius seperti kanker.

Sebenarnya tidak ada jumlah minimum atau aman bila logam berat seperti timbal ada di dalam tubuh karena timbal tidak akan tercerna dan akan mengendap di dalam tubuh. Terlebih lagi kandungan timbal dalam lipstik yang sangat mungkin terjilat dan tertelan ke dalam tubuh.

Di Indonesia pada tahun 2014 telah ditemukan 68 kosmetika mengandung logam berat seperti timbal dan bahan berbahaya lainnya oleh BPOM dari kosmetik lokal maupun impor.

Di Indonesia sendiri batas cemaran timbal dalam kosmetik yang ditetapkan BPOM adalah kurang dari 20 ppm atau 20 bpj yang berarti Indonesia mentolerir kandungan timbal 2 kali lebih banyak dari Amerika.

Timbal sendiri merupakan unsur alami dalam kerak bumi yang dapat muncul secara alami karena erosi atau karena ulah manusia seperti pengeboran minyak hingga penambangan emas. Penggunaan timbal sendiri digunakan sebagai bahan pembuatan batu baterai, solder, pipa, produk perunggu, pigmen pada cat, hingga merambah pada peralatan militer.

Unsur timbal ini bila masuk ke dalam tubuh akan terakumulasi dalam organ vital seperti hati, ginjal, pankreas dan paru – paru. Dampak psikis dari kandungan timbal di dalam tubuh salah satunya adalah menurunnya IQ dan meningkatnya agresivitas. Bahkan unsur timbal ini dapat masuk ke dalam tubuh bayi yang masih menyusu pada ibunya melalui ASI.

Dalam paparan tingkat rendah saja, akumulasi timbal dalam tubuh akan berdampak buruk pada ginjal, sistem kardiovaskuler, darah hingga masalah imunitas atau sistem kekebalan tubuh. Bahkan sistem saraf pusat dan periferi juga dapat menjadi korban dari akumulasi timbal di dalam tubuh.

Dan bahayanya dalam paparan tingkat tinggi dapat menimbulkan keguguran, perubahan hormon, mengurangi kesuburan baik laki – laki maupun perempuan dan gangguan menstruasi. Selain itu paparan timbal tingkat tinggi dapat menurunkan daya ingat, serta gangguan pada saraf, sendi, otot, jantung dan ginjal.

Mengingat bahaya unsur timbal tersebut tentu kita harus lebih bijak lagi dalam memilih kosmetik yang kita gunakan. Selain itu dengan menggunakan kosmetik seefisien mungkin dan tidak menggunakan kosmetik pada acara yang tidak terlalu penting juga membantu dalam menurunkan resiko terakumulasinya timbal di dalam tubuh.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *