Standar Penerangan Ruang Kerja


Penerangan Ruang Kerja | M-Science, Standar Penerangan Ruang Kerja dan Intensitas Penyinaran Cahaya. untuk dapat menempati ruangan kerja dengan nyaman dibutuhkan penyinaran cahaya yang cukup, adapun sistem dan standar pecahayaan ruang yang dapat dijadikan tolak ukur terhadap sistem pencahayaan di ruang kerja.

Standar Penerangan Ruang Kerja
Standar Penerangan Ruang Kerja

Pengertian Cahaya

Cahaya merupakan satu bagian berbagai jenis gelombang elektromagnetis yang terbang ke angkasa dimana gelombang tersebut memiliki panjang dan frekuensi tertentu yang nilainya dapat dibedakan dari energy cahaya lainnya dalam spectrum elektromagnetisnya (Suhadri, 2008).

Menurut Kepmenkes no. 1405 tahun 2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif.

Standar Penerangan Ruang Kerja

Untuk mendapatkan pencahayaan ruangan kerja dan ruangan lainya yang baik maka dibutuhkan sistem pencahayaan ruangan yang baik. Menurut Prabu dalam Firmansyah (2010), ada 5 sistem pencahayaan di ruanganyang baik menurut arah datangnya penyinaran, yaitu:

1. Sistem pencahayaan langsung (direct lighting)
Pada sistem ini 90%-100% cahaya diarahkan secara langsung ke benda yang perlu diterangi. Sistem ini dinilai paling efektif dalam mengatur pencahayaan, tetapi ada kelemahannya karena dapat menimbulkan bahaya serta kesilauan yang mengganggu, baik karena penyinaran langsung maupun karena pantulan cahaya. Untuk efek yang optimal, disarankan langi-langit, dinding serta benda yang ada di dalam ruangan perlu diberi warna cerah agar tampak menyegarkan.

2. Pencahayaan semi langsung (semi direct lighting)
Pada sistem ini 60%-90% cahaya diarahkan langsung pada benda yang perlu diterangi, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dengan sistem ini kelemahan sistem pencahayaan langsung dapat dikurangi. Diketahui bahwa langit-langit dan dinding yang diplester putih memiliki pemantulan 90%, apabila dicat putih pemantulan antara 5%-90%.

3. Sistem pencahayaan difus (general diffuse lighting)
Pada sistem ini setengah cahaya 40%-60% diarahkan pada benda yang perlu disinari, sedangkan sisanya dipantulkan ke langit-langit dan dinding. Dalam pencahayaan sistem ini termasuk sistem direct-indirect yakni memancarkan setengah cahaya ke bawah dan sisanya keatas. Pada sistem ini masalah bayangan dan kesilauan masih ditemui.

4. Sistem pencahayaan semi tidak langsung (semi indirect lighting)
Pada sistem ini 60%-90% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas, sedangkan sisanya diarahkan ke bagian bawah. Untuk hasil yang optimal disarankan langit-langit perlu diberikan perhatian serta dirawat dengan baik. Pada sistem ini masalah bayangan praktis tidak ada serta kesilauan dapat dikurangi.

5. Sistem pencahayaan tidak langsung (indirect lighting)
Pada sistem ini 90%-100% cahaya diarahkan ke langit-langit dan dinding bagian atas kemudian dipantulkan untuk menerangi seluruh ruangan. Agar seluruh langit-langit dapat menjadi sumber cahaya, perlu diberikan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Keuntungan sistem ini adalah tidak menimbulkan bayangan dan kesilauan sedangkan kerugiannya mengurangi effisien cahaya total yang jatuh pada permukaan kerja.

Standar Pencahayaan Ruangan yang Baik

Menurut KEPMENKES RI. No. 1405/MENKES/SK/XI/02, standar pencahayaan ruangan yang baik antara lain :

1. Ruangan yang berfungsi sebagai tempat pekerjaan kasar dan tidak terus-menerus membutuhkan tingkat pencahayaan minimal 100 lux. Contohnya yaitu ruang penyimpanan, ruang peralatan, dan ruang instalasi yang memerlukan pekerjaan secara kontinyu.

2. Ruangan yang berguna sebagai tempat pekerjaan kasar dan terus-menerus membutuhkan tingkat pencahayaan minimal 200 lux. Di antaranya ruang pekerjaan kasar dengan mesin dan ruang perakitan kasar.

3. Ruangan yang bermanfaat sebagai tempat pekerjaan rutin memerlukan tingkat pencahayaan minimal 300 lux. Misalnya ialah ruang administrasi, ruang kontrol, ruang pekerjaan mesin, ruang perakitan, dan ruang penyusunan.

4. Ruangan yang berperan sebagai tempat pekerjaan agak halus membutuhkan tingkat pencahayaan minimal 500 lux. Antara lain ruang pembuatan gambar, ruang pekerjaan pemeriksaan, dan ruang pekerjaan dengan mesin.

5. Ruangan yang dipakai sebagai tempat pekerjaan halus memerlukan tingkat pencahayaan minimal 1.000 lux. Sebagai contoh yakni ruang pemilihan warna, ruang pekerjaan mesin halus, dan ruang perakitan halus.

6. Ruangan yang berfungsi sebagai tempat pekerjaan amat halus membutuhkan tingkat pencahayaan minimal 1.500 lux dan tidak menimbulkan bayangan. Contohnya adalah ruang pengukiran tangan, ruang pemeriksaan pekerjaan mesin, dan ruang perakitan yang sangat halus.

7. Ruangan yang berguna sebagai tempat pekerjaan terinci memerlukan tingkat pencahayaan minimal 3.000 lux dan tidak menimbulkan bayangan. Di antaranya ruang pemeriksaan pekerjaan dan ruang perakitan sangat halus.

NAB pencahayaan/penerangan

Menurut PMP no. 7 tahun 1964, tingkat penerangan atau NAB (Nilai Ambang Batas) di tempat kerja tercantum dalam tabel.

Tabel Tingkat Penerangan atau NAB (Nilai Ambang Batas) di Masing-Masing Area Kerja

Area Kegiatan Tingkat Penerangan Minimal (Lux)
Penerangan darurat 5 lux
Penerangan untuk halaman dan jalan dalam lingkungan perusahaan 20 lux
Pekerjaan yang membedakan barang kasar, seperti:

·         Mengerjakan bahan-bahan kasar

·         Mengerjakan arang atau abu

·         Mengerjakan barang-barang yang besar

·         Mengerjakan bahan tanah atau batu

·         Gang-gang, tangga di dalam gedung yang selalu dipakai

·         Gudang-gudang untuk menyimpan barang-barang besar dan kasar

50 lux
Pekerjaan yang membedakan barang-barang kecil secara sepintas, seperti:

·         Mengerjakan barang-barang besi dan baja yang setengah selesai

·         Pemasangan yang kasar

·         Penggilingan padi

·         Pengupasan/pengambilan dan penyisihan bahan kapas

·         Mengerjakan bahan-bahan pertanian

·         Kamar mesin dan uap

·         Alat pengangkut orang dan barang

·         Ruang-ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal

·         Tempat menyimpan barang-barang sedang dan kecil

·         Kakus, tempat mandi dan tempat kencing

100 lux
Pekerjaan membeda-bedakan barang-barang kecil agak teliti, seperti:

·         Pemasangan alat-alat yang sedang (tidak kasar)

·         Pekerjaan mesin dan bubut yang kasar

·         Pemeriksaan atau percobaan kasar terhadap barang-barang

·         Menjahit tekstil atau kulit yang berwarna muda

·         Pemasukan dan pengawetan bahan-bahan makanan dalam kaleng

·         Pembungkusan daging

·         Mengerjakan kayu

·         Melapis perabot

200 lux
Pekerjaan perbedaan yang teliti daripada barang-barang kecil, seperti:

·         Pekerjaan mesin yang teliti

·         Pemeriksaan yang teliti

·         Percobaan-percobaan yang teliti dan halus

·         Pembuatan tepung

·         Penyelesaian kulit dan penenunan bahan-bahan katun atau wol berwarna muda

·         Pekerjaan kantor yang berganti-ganti menulis dan membaca, pekerjaan arsip dan seleksi surat-surat

300 lux
Pekerjaan membeda-bedakan barang-barang halus dengan kontras sedang dan dalam waktu yang lama, seperti:

·         Pemasangan yang halus

·         Pekerjaan-pekerjaan mesin yang halus

·         Pemeriksaan yang halus

·         Penyemiran yang halus dan pemotongan gelas kaca

·         Pekerjaan kayu yang halus (ukir-ukiran)

·         Penjahit bahan-bahan wol yang berwarna tua

·         Akuntan, pemegang buku, pekerjaan steno, mengetik atau pekerjaan kantor yang lama dan teliti

500-1000 lux
Pekerjaan yang membedakan barang-barang yang sangat halus dengan kontras yang sangat kurang untuk waktu yang lama, seperti:

·         Pemasangan ekstra halus (arloji, dll)

·         Pemeriksaan yang ekstra halus (ampul obat)

·         Percobaan alat-alat yang ekstra halus

·         Tukang mas dan intan

·         Penilaian dan penyisihan hasil-hasil tembakan

·         Penyusunan huruf dan pemeriksaan copy dalam percetakan

·         Pemeriksaan dan penjahitan bahan pakaian berwarna tua

Paling sedikit 1000 lux

DAPUS

Peraturan Menteri Perburuhan no. 7 Tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan Serta Penerangan Dalam Tempat Kerja

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan No.1405 tahun 2002, pencahayaan adalah jumlah penyinaran pada suatu bidang kerja yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efektif. Pencahayaan minimal yang dibutuhkan menurut jenis kegiatanya seperti berikut:

Pengukuran cahaya dilakukan dengan menggunakan Lux meter.

Jenis Kegiatan Tingkat Pencahayaan Minimal (lux) Keterangan
Pekerjaan kasar dan tidak terus-menerus 100 Ruang penyimpanan dan peralatan atau instalasi yang memerlukan pekerjaan kontinyu
Pekerjaan kasar dan terus-menerus 200 Pekerjaan dengan mesin dan perakitan kasar
Pekerjaan rutin 300 Ruang administrasi, ruang kontrol, pekerjaan mesin dan perakitan
Pekerjaan agak halus 500 Pembuatan gambar atau bekerja dengan mesin kantor, pemeriksaan atau pekerjaan dengan mesin
Pekerjaan halus 1000 Pemilihan warna, pemrosesan tekstil, pekerjaan mesin halus dan perakitan halus
Pekerjaan sangat halus 1500

tidak menimbulkan bayangan

Mengukir dengan tangan, pemeriksaan pekerjaan mesin, dan perakitan yang sangat halus
Pekerjaan terinci 3000 tidakmenimbulkan bayangan Pemeriksaan pekerjaan, perakitan sangat halus

DAPUS:

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1405/MENKES/SK/XI/2002 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri

Pengukuran Intensitas Cahaya di Dalam Ruang Kerja

Menurut SNI 16-7062-2004 tentang Pengukuran Intensitas Penerangan di Tempat Kerja, pengukuran intensitas penerangan di tempat kerja menggunakan alat luxmeter. Alat ini mengubah energi cahaya menjadi energi listrik, kemudian energi listrik dalam bentuk arus digunakan untuk menggerakkan jarum skala.

Untuk alat digital, energy listrik diubah menjadi angka yang dapat dibaca pada layar monitor.
Prosedur kerja pengukuran intensitas cahaya dalam ruang kerja menurut SNI 16-7062-2004 tentang Pengukuran Intensitas Penerangan di Tempat Kerja adalah sebagai berikut:

1. Luxmeter dikalibrasi oleh laboratorium yang terakreditasi

2. Menentukan titik pengukuran, penerangan setempat atau penerangan umum
Penerangan setempat adalah penerangan yang mengenai obyek kerja, berupa meja kerja maupun peralatan. Bila meja kerja yang digunakan oleh pekerja, maka pengukuran dapat dilakukan di atas meja yang ada.

Penerangan umum adalah titik potong garis horizontal panjang dan lebar ruangan pada setiap jarak tertentu setinggi satu meter dari lantai. Jarak tertentu tersebut dibedakan luas ruangan sebagai berikut:
a. Luas ruangan kurang dari 10 meter persegi: titik potong garis horizontal panjang dan lebar ruangan adalah pada jarak setiap 1(satu) meter.
b. Luas ruangan antara 10 meter persegi sampai 100 meter persegi: titik potong garis horizontal panjang dan lebar ruangan adalah pada jarak setiap 3 (tiga) meter.
c. Luas ruangan lebih dari 100 meter persegi: titik potong horizontal panjang dan lebar ruangan adalah pada jarak 6 meter.
(selengkapnya bisa dilihat di SNI 16-7062-2004 tentang Pengukuran Intensitas Penerangan di Tempat Kerja)

Syarat-syarat dalam pengukuran:

a. Pintu ruangan dalam keadaan sesuai dengan kondisi tempat pekerjaan dilakukan

b. Lampu ruangan dalam keadaan dinyalakan sesuai dengan kondisi pekerjaan.

Cara Menggunakan Lux Meter :

a. Hidupkan luxmeteryang telah dikalibrasi dengan membuka penutup sensor
b. Bawa alat ke tempat titik pengukuran yang telah ditentukan, baik pengukuran untuk intensitas penerangan setempat atau umum.
c. Baca hasil pengukuran pada layar monitor setelah menunggu beberapa saat sehingga didapat nilai angka yang stabil.
d. Catat hasil pengukuran pada lembar hasil pencatatan untuk intensitas penerangan setempat

Penerangan untuk membaca dokumen lebih tinggi dari pada penerangan untuk melihat komputer, karena tingkat penerangan yang dianjurkan untuk pekerja dengan komputer tidak dapat berdasarkan satu nilai dan sampai saat ini masih kontroversial.

Grandjean menyusun rekomendasi tingkat penerangan pada tempat-tempat kerja dengan komputer berkisar antara 300-700 lux seperti berikut.

Rekomendasi Tingkat Pencahayaan Pada Tempat Kerja Dengan Komputer

Keadaan Pekerja Tingkat Pencahayaan (lux)
Kegiatan Komputer dengan sumber dokumen yang terbaca jelas

Kegiatan Komputer dengan sumber dokumen yang tidak terbaca jelas

Tugas memasukan data

300

400-500

500-700

Dampak Penerangan yang Tidak Baik

Penerangan yang tidak didesain dengan baik akan menimbulkan gangguan atau kelelahan penglihatan selama kerja. Pengaruh dan penerangan yang kurang memenuhi syarat akan mengakibatkan (Suhadri, 2008):

1. Kelelahan mata sehingga berkurangnya daya dan effisiensi kerja.

2. Kelelahan mental.

3. Keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala di sekitar mata.

4. Kerusakan indra mata dan lain-lain.

Selanjutnya pengaruh kelelahan pada mata tersebut akan bermuara kepada penurunan performansi kerja, termasuk (Suhadri, 2008):

1. Kehilangan produktivitas

2. Kualitas kerja rendah

3. Banyak terjadi kesalahan

4. Kecelakan kerja meningkat

Nah itulah Standar Penerangan Ruang Kerja dan Intensitas Penyinaraan Cahaya yang baik, bagi Anda yang membutuhkan Metode penggunaan pencahayaan berdasarkan SNI bisa mendownload pdf nya disini.

M-science merupakan blog yang membahas mengenai macam-macam alat ukur dan fungsinya jadi pastikan Anda tetap mengunjungi m-science.net untuk mendapatkan informasi seputar alat ukur terbaru lainya.

Sebagai informasi ada toko online yang jual lux meter digital yang dapat Anda pergunakan untuk mengukur intensitas pencahayaan ruangan. Alat ukur intensitas cahaya ini dapat Anda pergunakan sebagai standar penerangan ruang kerja dan intensitas penyinaraan cahaya.

Incoming search terms:

  • 25 jenis alat ukur dan fungsinya
  • apa peranan hormon adrenalin terhadap kerja paru-paru dan jantung
  • alat ukur jumlah zat dan fungsinya
  • apa peranan hormon adrenalin terhadap kerja paru paru dan jantung
  • alat ukur jumlah zat
  • bagaimana cara mengatur intensitas cahaya dalam laut dengan metode sederhana
  • beda tss dan tds ec
  • ph meter palembang
  • jenis jenis mikrometer dan kegunaannya
  • standar penerangan ruang kerja

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *