Perbedaan Destructive Test, NDT dan NDE


Perbedaan Destructive Test, NDT dan NDE – Dalam suatu pengujian kualitas material atau produk agar layak dan sesuai dengan standar tertentu. Dalam berbagai pengujian seperti dalam menguji cacat ada yang merusak barang ada juga yang tanpa merusak sampel tersebut atau yang biasa disebut dengan UTR. UTR ini merupakan serangkaian metode yang menguji tanpa merusak sampel.

Perbedaan Destructive Test NDT dan NDE

Ketika pengujian diatas tentu memiliki perbedaan dalam pengaplikasiannya karena ada yang harus merusak sampel untuk mengetahui kualitas sampel atau hanya mengetahui kecacatannya tanpa merusak sampel tersebut.

Baca Juga : Novotest Indonesia

Destructive Test

Dengan metode pengujian ini, dapat diketahui performa pada material atau sampel yang akan diuji. Pengujian ini dilakukan hingga material atau sampel tersebut mengalami kerusakan pada fisiknya. Oleh sebab itu pengujian ini dinamakan Destructive Test atau pengujian dengan merusak. Untuk spesialis NDT Tester bisa cek di novotest.id Ada beberapa metode dalam destructive test, seperti :
1. Uji Tarik
2. Uji Tekan
3. Uji Bengkok (Bending)
4. Uji Puntir
5. Uji Pukul Takik (Impact)
6. Uji Kekerasan

Pengujian destrutive ini lebih mudah untuk dilakukan dan dapat memberikan informasi kekuatan atau performa dari sampel yang di uji, namun pengujian ini bersifat merusak, jadi tidak semua sampel bisa diuji dengan metode ini. selain itu memberikan informasi yang lebih baik dari pada Non Destructive Test. Pengujian Destructive ini lebih baik dilakukan dan akan lebih ekonomis untuk objek yang akan diproduksi secara masal, misalnya mobil dengan dicoba ditabrakan kedinding dengan kecepatan dan beban tertentu.

Non Destrtructive Testing (NDT)

Setelah membahas mengenai pengujian yang bersifat merusak, ada pengujian yang tak merusak atau dalam bahas inggrisnya Non destrtructive testing (NDT). NDT atau UTR ini merupakan serangkaian pengujian yang dilakukan untuk mengetahui cacat secara fisik, retak atau kurang sempurnanya hasil produksi tersebut. Tujuan dari test ini adalah untuk mengetahui bahwa meterial yang digunakan ini sudah sesuai standar yang biasanya sudah ditetapkan standar damage tolerance atau toleransi kerusakan.

Contoh kasus pada material pesawat, dilakukan pengujian NDT minimal dua kali untuk memastikan mutu komponennya. Dalam pengujian NDT yang pertama dilakukan setelah proses fabrikasi pesawat atau komponennya agar dapat diketahui apakah komponen tersebut dapat diterima (sesuai) atau tidak. Tahap kedua dilakukan pengujian NDT pada saat setelah komponen digunakan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan dari pengujian tersebut untuk mengetahui kegagalan parsial sebelum melampaui damage tolerance-nya.

Perbedaan Pengujian NDT dengan NDE

Dalam pengujian NDT telah diketahui bahwa pengujian tersebut bersifat tidak merusak. NDE atau Nondestructive Evaluation merupakan suatu metode pengujian yang hampir mirip dengan NDT. Namun apabila mengggunakan NDE ini akan lebih mendetail karena hasilnya merupakan data yang dapat di evaluasi. Pengujian dengan metode NDE digunakan untuk menggambarkan pengukuran yang lebih kuantitatif secara alam.

Metode NDE tidak hanya menemukan cacat, namun dapat pula mengetahui karakteristik cacatnya dari segi ukuran, bentuk, orientasi dan lainya. Dengan pengujian ini dapat diketahui bahwa NDE dapat digunakan untuk menentukan sifat material, seperti ketangguhan retak (fracture toughness), sifat mampu bentuk (formability), dan karakteristik fisik lainnya.

Nah itulah mengenai penjelasan dan Perbedaan Destructive Test, NDT dan NDE. Dari ketiga pengujian diatas tentu pengaplikasiannya berbeda. Tetap kunjungi www.m-science.net untuk mengetahui artikel seputar macam-macam alat ukur dan fungsinya beserta review dan informasinya.

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *